Aisyiyah Mubar Gagas Program Inklusi, Identifikasi Pemimpin Perempuan

oleh -49 membaca
oleh

MUBAR, Chaneltimur.com – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar rapat persiapan program inklusi, di Kantor Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Minggu (21/8/2022).

Rapat koordinasi ini adalah rapat perdana Aisyiyah Mubar terkait program inklusi, dimana terdapat pada enam Desa di Tiga Kecamatan dan para peserta rapat ini yakni dari kader Kecamatan dan Kader Desa, serta dibuka langsung oleh Sekcam Tiworo Utara, Satiuddin Opa.

“Jadi rapat koordinasi ini adalah rapat perdana yang di ikuti dari Kader-kader dari Desa Tondasi dan Santiri.” jelas Wa Ode Impres Ani selaku koordinator Program Inklusi Aisyiyah Mubar.

“Dimana dari rencana program inklusi ini terdiri dari enam desa dari tiga Kecamatan yakni, Kecamatan Tiworo Utara ini terdiri dari Desa Tondasi dan Santiri, kemudian Kecamatan Tikep terdiri dari Desa Lasama dan Waturempe serta di Kecamatan Tiworo Selatan yang terdiri dari Desa Sangia Tiworo dan Katangana,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya rapat koordinasi ini, kader-kader kedepannya bisa membantu Aisyiyah Mubar terkait dengan program inklusi ini.

“Kami berharap kedepannya kader-kader bisa membantu kami di lapangan terkait program inklusi ini, karena saat ini mereka adalah perpanjangan tangan kami Aisyiyah Mubar, ” terangnya.

Sementara itu, ketua Aisyiyah Mubar, Danawati menyebut program-program semacam inklusi ini akan terus dikembangkan oleh pihaknya.

“Karena ini bagian mendukung program Pemerintah, dan misi Aisyiyah untuk menyelesaikan masalah kebangsaan dan keumatan, serta penguatan kepemimpinan perempuan,” bebernya.

Diketahui, program inklusi Aisyiyah Mubar ini adalah program kemitraan antara Australia dan Indonesia menuju masyarakat inklusif, sehingga mempercepat kemakmuran Indonesia dengan penguatan terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, inklusi sosial serta peran masyarakat sipil.

Inklusi bertujuan untuk pembangunan yang lebih luas, “Tak ada satupun yang tertinggal; lebih banyak perempuan dan kelompok terpinggirkan mendapat manfaat dari bidang sosial, ekonomi dan politik di Indonesia.

Adapun isu-isu yang akan diselesaikan Aisyiyah Mubar dalam program inklusi tersebut diantaranya yakni: isu stanting, Hak-hak Kesehatan dan Reproduksi (HKSR), perkawinan anak, pemberdayaan ekonomi, serta implementasi kebijakan belum bersifat inklusif.

Reporter: Dedi